
pic source : www.suncell-online.com
Setelah saya gunakan sebagai modem ke laptop, daya baterai Nokia E63 saya jadi cepat habis. Sebagai perbandingan, dulu bisa tahan 2-3 hari. Sekarang, dalam sehari, saya mesti men-charge itu HP. Wajar sih, selain karena digunakan sebagai modem, -sebagai HP- seri E63 sudah termasuk uzur hehehe.
Tapi saya nggak akan berpanjang-panjang soal baterai HP ya.. (saya bukan ahli gadget hehehe). Kali ini saya ngomongin soal “baterai semangat”. Semangat sangat dibutuhkan untuk mengerjakan segala sesuatu. Tanpa semangat, tugas atau pekerjaan terasa sebagai beban berat. Dan biasanya, melakukan pekerjaan tanpa semangat akan berakhir pada hasil yang kurang optimal.
Menjalani bisnis Oriflame-dBC Network ini, terasa benaaaar butuh semangatnya. Tanpa semangat baja, gampang banget untuk menyerah. Bisnis Oriflame adalah bisnis marketing. Di mana-mana, yang namanya marketing, selalu butuh semangat. Bahkan sebagian orang langsung ogah dulu sama pekerjaan marketing (hedeuw ga nunjuk orang lain… saya duluuu juga gitu!). Lebih lagi, bisnis Oriflame adalah bisnis multilevel marketing. Weisss, marketing aja ogah, apalagi diembel-embeli multilevel…. Nggak level lah ya join MLM. Serasa turun gengsi. Atau kalaupun nggak gengsi atau nggak males jualan, malesss banget rekrut member. Padahal, bisnis MLM hanya akan berkembang kalau bisa mengembangkan jaringan.
Saya sendiri adalah orang yang mengaku nggak bakat jualan, apalagi bakat rekrut. Dulu pun gabung dBC hanya karena coba-coba. Waktu itu, saya lebih dulu punya toko online sehingga gabung dBC lebih karena ingin belajar sistem internet marketingnya. Namun, perjalanan waktu membuat saya justru lebih konsen ke dBC.
Ih, tapi memang terasa benar butuh semangatnya. Jadi terasa juga kalau bagi saya, bisnis ini adalah ajang untuk mengasah mental. Yeai.. ternyata masih mental jamur nih.. cepet ngembang, tapi juga cepet layu.
Tapi justru karena itu, saya jadi merasakan bener manfaat bisnis MLM. Pertama, sudah ada sistem yang jelas. Adanya sistem yang jelas menolong saya untuk menentukan target. Kedua, banyak orang yang bergerak di bisnis yang sama, dengan tujuan yang sama, dan juga sama-sama butuh semangat. Di bagian ini, terasa banget gunanya kalau lagi butuh semangat. Satu sama lain bisa jadi charger. Nggak melulu upline jadi charger downline, tapi downline juga bisa jadi charger buat upline. Bahkan, antar jaringan (crossline) pun bisa saling jadi charger. Asyiknya, di dBC Network, saling jadi charger ini bisa dilakukan secara online. Di web dBC, ada member area yang bisa jadi ajang sharing antar membernya. Ada juga forum dif b maupun milis. Selain itu, banyak juga blog-blog mandiri para dBC-ers (salah satunya blog saya ini). Sering banget, kalau lagi down, saya “jalan-jalan” ke blog-blog dBC-ers yang bahkan saya tidak kenal siapa dia. Baca-baca semangatnya, perjuangannya, motivasinya, jadi deh saya semangat lagi.
Yups..kalau masih banyak orang yang berpikir negative terhadap bisnis jaringan, saya sih nggak masalah. Mungkin mereka pernah punya pengalaman buruk terhadap salah satu bisnis jaringan yang nggak kredibel. Atau mereka hanya ikut-ikutan menilai buruk atas dasar informasi yang sumir. Bagi saya sih, semua bisnis pasti ada plus minusnya. Tapi, satu hal yang saya suka dari bisnis Oriflame-dBC ini adalah saling-jadi-charger-nya ?